Jumat, 08 Januari 2016

Modul Penyuluhan Pengelolaan Diri pada Penderita Hipertensi

Modul Penyuluhan
Pengelolaan Diri pada Penderita Hipertensi

A.    Pengertian Hipertensi
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.  Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.  Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri lebih dari nilai normal. Dengan klasifikasi tekanan darah sistolik (atas) ≥ 140; tekanan darah diastolik (bawah) ≥ 80. Gejala hipertensi bersifat subjektif, dalam artian tidak selalu sama setiap orang. Biasanya meliputi sakit kepala, pusing, pandangan mata kabur, nyeri dada, dan otot leher tegang.
Gejala hipertensi lainnya adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan. Penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.

B.     Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Penyebab primernya adalah terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat atau adanya faktor keturunan. Penyebab ini rentan mengakibatkan hipertensi tinggi. Hipertensi tinggi sering disebut hipertensi esensial. Hipertensi esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab, beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Dan yang sekunder adalah terjadi karena faktor penyebab yang lebih jelas. Penyebabnya antaralain adalah penyakit ginjal, kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu.
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang kita temukan adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

C.     Pencegahan Hipertensi
 Sangat sulit untuk mendeteksi dan mengobati penderita hipertensi secara tepat. Di sisi lain, harga obat-obat antihipertensi tidaklah murah, terlebih obat-obat baru dan mempunyai banyak efek samping. Karena alasan inilah pengobatan hipertensi memang penting tetapi tidak lengkap tanpa dilakukan tindakan pencegahan untuk menurunkan faktor resiko penyakit jantung akibat hipertensi. Pencegahan sebenarnya merupakan bagian dari pengobatan hipertensi karena mampu menghambat terjadinya hipertensi dan komplikasinya. Pencegahan hipertensi dilakukan melalui dua pendekatan. Yang pertama adalah dengan intervensi untuk menurunkan tekanan darah di populasi dengan tujuan menggeser distribusi tekanan darah ke arah yang lebih rendah. Yang kedua adalah dengan menggunakan strategi penurunan tekanan darah ditujukan pada mereka yang mempunyai kecenderungan meningginya tekanan darah. Kelompok masyarakat ini termasuk mereka yang mengalami tekanan darah normal dalam kisaran yang tinggi (TDS 130-139 mmHg atau TDD 85-89 mmHg), riwayat keluarga ada yang menderita hipertensi, obsitas, tidak aktif secara fisik, atau banyak minum alkohol dan garam.
Ada berbagai cara yang terbukti mampu untuk mencegah terjadinya hipertensi, yaitu :
a.       pengendalian berat badan,
b.      pengurangan asupan natrium kloride,
c.       aktifitas alkohol,
d.      pengendalian stress.

D.    Gaya Hidup yang Sehat bagi Penderita
a.       Pola Makan yang Sehat
-          Makan sayur-sayuran
-          Buah ( melon, timun, semangka)
b.      Pola Hidup yang Sehat
-          Tidur yang cukup (minimal 7-8jam)
-          Olah raga ( jalan pagi )
-          Tidak memikirkan hal-hal yang berat
-          Istirahat
-          Tidak melakukan banyak aktivitas
c.       Pengelolaan Diri
Pengelolahan diri adalah prosedur dimana individu mengeatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Semantara arti manajemen diri adalah dimana setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya ke arah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya. Strategi self management adalah melibatakan membantu klien untuk mengamati perilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.

E.     Pengertian Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri)
Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri) memiliki beberapa pengertian. Berikut ini beberapa pengertian mengenai Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri) :
-          Stephen M. Edelson, Ph.D. menyatakan bahwa self management adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menjelaskan proses mencapai kemandirian (personal autonomy).
-          Mahoney & Thoresen mengatakan Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri) berkenaan dengan kesadaran dan ketrampilan untuk mengatur keadaan sekitarnya yang mempengaruhi tingkah laku individu.
-          Cormier & Cormier (1991:519) menyebutkan Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri) adalah suatu proses dimana klien mengarahkan sendiri pengubahan perilakunya dengan satu strategi atau gabungan strategi
Secara umum dapat disimpulkan bahwa Self-management (Pengelolaan Diri) merupakan ketrampilan individu untuk mengelola dirinya sendiri, dengan memahami potensi yang dimiliki, untuk mengatur dan mempengaruhi perilaku agar dapat mencapai target yang diinginkan.

F.      Unsur Pengelolaan Diri
Watson & Tharp (1981:11) menjelaskan bahwa Self-management  (Pengelolaan Diri) yang sukses terdiri atas 4 unsur penting yaitu :
-          Self-knowledge (pengetahuan diri)
Pengetahuan diri adalah unsur penting dari Self-management (Pengelolaan Diri), karena Pengetahuan tentang diri (Self-knowledge) adalah dasar dari program ini. Pengetahuan diri mendasari penentuan perilaku yang akan diubah, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku, dan cara yang efektif untuk mengubahnya. Selain itu juga diperlukan pengetahuan diri tentang potensi diri dan potensi lingkungan yang dibutuhkan untuk pengubahan perilaku. Perilaku ini menurut Watson & Tharp (1983) meliputi perbuatan, pikiran dan perasaan.
-          Planning (Perencanaan)
Unsur kedua Self-management (Pengelolaan Diri) (Pengelolaan Diri) adalah perencanaan dalam program modifikasi perilaku diri sendiri. Perencanaan pengubahan perilaku diri sendiri harus didasari komitmen yang kuat untuk berubah, yaitu keinginan berubah menjadi lebih baik. Individu melakukan perencanaan pengubahan perilaku setelah mendapat informasi yang diperlukan tentang diri dan lingkungannya. Perencanaan dilakukan agar tujuan pengubahan perilaku dapat lebih mudah terscapai.
-          Information Gathering (penggabungan informasi)
Untuk membantu proses pengubahan perilaku diperlukan berbagai informasi sebagai data pendukung. Macam-macam informasi yang diperlukan meliputi informasi tentang jenis, faktor yang mempengaruhi, dan cara yang efektif merubah perilaku. Informasi tersebut digabungkan (dikumpulkan) agar dapat menghasilkan suatu petunjuk yang jelas dalam mengubah perilaku.
-          Modification of Plan (modifikasi perencanaan)
Modifikasi perencanaan haruslah didasari komitmen yang kuat, yaitu komitmen untuk terus melakukan pengubahan untuk mendapatkan perilaku yang lebih baik. Unsur ini pada pokoknya membahas tentang adanya tahap modifikasi perencanaan melalui tahap evaluasi.

G.    Tujuan Self-management (Pengelolaan Diri)
Menurut Victor Frankl, dorongan yang dimiliki orang yang sehat adalah kemauan untuk selalu menemukan arti dalam kehidupannya. Pada akhirnya kemauan manusia untuk menemukan arti ini akan menjadi tujuan akhir dari Self-management (Pengelolaan Diri). Konsep Victor Frankl yang terkenal adalah Logotherapy. Di dalam konsep ini Frankl menjelaskan bahwa manusia hidup di dunia tidak akan terlepas dari berbagai macam problem dan masalah yang berat. Bahkan tidak sedikit dari permasalahan tersebut yang menghantarkan kita ke dalam keadaan tidak berdaya (learn helplesness). Bagi sebagian orang, religiusitas atau agama mampu untuk memunculkan motivasi untuk kembali menemukan arti. Tetapi tidak sedikit orang tidak mampu untuk kembali menemukan arti walaupun memiliki religiusitas, agama, atau kepercayaan tersebut. Keadaan tidak berdaya ini perlu untuk diatasi dengan cara mengembalikan kebebasan kita yang hakiki. Keadaan memang bisa menghambat kebahagiaan kita, tetapi tidak untuk kebebasan kita. Kita tetap bebas untuk memilih tindakan apa yang akan kita lakukan. Ketika kita memiliki kemauan untuk menemukan arti, tidak peduli seberat apa problem yang kita hadapi, kita pasti akan mampu untuk menghadapi problem kita tersebut.          

H.    Cara Untuk Pengelolaan Diri
Kegiatan pengelolaan diri sebagian besar merupakan kegiatan yang bersifat personal. Artinya kesuksesan dalam pengelolaan diri sangat tergantung pada kesadaran masing-masing individu untuk menyadari apa yang salah pada dirinya, bukan karena orang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih pengelolaan diri yaitu :
-          Refleksi diri
Refleksi diri merupakan kegiatan untuk melihat kembali berbagai macam kejadian yang dialami seseorang. Kemudian kejadian tersebut dapat dituliskan misalnya berupa catatan harian. Dari rangkuman kejadian tersebut, individu mampu untuk mencari makna pada setiap kejadian. Pada akhirnya individu, membuat langkah perubahan yang nyata.
-          Membuat skala prioritas
Skala prioritas merupakan kegiatan untuk membagi rutinitas sehari-hari menurut tingkat kepentingannya. Rutinitas bisa dibagi berdasarkan sifatnya yang penting-mendesak, tidak penting-mendesak, penting- tidak mendesak, dan tidak penting-tidak mendesak. 
-          Positive Thinking (Berpikir Positif)
Berpikir positif merupakan cara pandang seseorang