Jumat, 08 Januari 2016

Mau KKN? Mudah-mudahan ini membantu ya

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Analisis Sosial
Pedukuhan Jelok merupakan bagian dari desa Watugajah, kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunungkidul. Dusun Jelok berada di dataran tinggi sehingga akses menuju desa tersebut berupa jalan yang menanjak. Secara umum, Jelok memiliki kondisi iklim tropis kering, dengan topografi wilayah yang didominasi oleh daerah bebatuan. Selain itu, rendahnya curah hujan juga menjadikan pedukuhan ini terlihat kering dan gersang. Pedukuhan Jelok juga memiliki kontur tanah yang tidak rata. Secara administratif, pedukuhan Jelok tersusun atas sepuluh RT dan satu RW. Bagian timur berbatasan dengan wilayah Desa Tegalrejo. Pada bagian barat berbatasan dengan Pedukuhan Gunungcilik. Sedangkan pada bagian utara, berbatasan dengan wilayah Klaten dan pada bagian selatan berbatasan dengan wilayah Watugajah.
Pedukuhan Jelok dihuni oleh 334 KK atau 1369 jiwa yang terdiri dari 670 laki-laki dan 699 perempuan. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Di pedukuhan Jelok terdapat mushola dan masjid. Masyarakat pedukuhan Jelok memiliki beberapa perkumpulan, seperti arisan bapak-bapak yang diadakan setiap malam menjelang tanggal 1 dan 16 (Jumat Legi), dan arisan ibu-ibu yang diadakan setiap tanggal 6 dan 20 setiap bulannya. Warga masyarakat pedukuhan Jelok masih menjunjung tinggi asas kekeluargaan. Hal ini terbukti dengan masih adanya kegiatan gotong royong. Akan tetapi, masih banyak perbedaan pendapat yang menimbulkan perselisihan antar warga. Masing-masing orang dengan kepentingan pribadinya saling menjatuhkan satu sama lain.
Pedukuhan Jelok memiliki luas daerah 1.076.471 H, dengan luas pekarangan sebesar 423.085 H, luas persawahan sebesar 119.490 H, dan luas tegal sebesar 493.966 H. Masyarakat pedukuhan Jelok lebih banyak memanfaatkan ladang dan pekarangan sebagai sumber matapencaharian, yaitu dengan menanam srikaya, mangga, dan pisang. Wilayah pedukuhan Jelok juga didominasi oleh tumbuhan besar seperti pohon jati, munggur, dll. Biasanya warga masyarakat memanfaatkan pohon jati dan munggur secara mandiri, yaitu dengan mengolah sendiri untuk menjadi bahan bangunan. Selain itu, kebanyakan dari warga pedukuhan Jelok menjadi buruh lepas, mengerjakan berbagai macam pekerjaan sesuai dengan situasi dan kondisi. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan warga dusun Jelok. Sebagian besar warga pedukuhan Jelok hanya mengenyam pendidikan pada tingkat sekolah dasar (SD). Kurangnya informasi yang didapat masyarakat dari luar juga memberikan pengaruh yang penting terhadap pengetahuan umum.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan masih kurang. Hal ini, tampak dari minimnya ketersediaan MCK yang memadai. Masih banyak MCK yang tidak layak untuk digunakan. Selain itu, ketersediaan air memberikan kesulitan tersendiri bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Hal ini juga membuat masyarakat kurang dapat memanfaatkan sumber air secara maksimal.
Pada beberapa bagian jalan menuju dusun Jelok berupa jalan aspal kasar dan berlubang. Hal ini membuat akses menuju dusun Jelok susah untuk dijangkau. Padahal, pedukuhan Jelok memiliki potensi di bidang pariwisata yaitu panorama keindahan alamnya. Kendaraan yang paling banyak digunakan oleh warga ialah kendaraan roda dua. Biasanya kendaraan roda empat akan kesulitan melewati jalan menuju dusun Jelok. Selain jalanan yang rusak, akses jalan yang menanjak membuat kendaraan roda empat tidak mampu untuk melewati jalan tersebut. Masih banyak rumah warga yang belum dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini disebabkan oleh akses yang tidak memadai seperti jalanan yang masih berupa batu dan tanah.
Di pedukuhan Jelok tidak terdapat sekolah dasar (SD) ataupun sekolah menengah. Hal ini membuat anak-anak pedukuhan Jelok harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Hanya ada satu sekolah untuk anak usia dini/ PAUD, yang terletak di wilayah Tenggil.
Tingkat perekonomian warga masyarakat pedukuhan Jelok berada pada tingkatan menengah ke bawah. Hal ini ditunjukkan dari masih banyaknya rumah warga yang belum permanen.



B.     Rencana Pengembangan Wilayah Dusun
Pedukuhan Jelok terdiri dari beberapa wilayah. Ketersediaan MCK dimasing-masing wilayah masih belum memadai. Hal ini menjadikan keprihatinan tersendiri bagi masyarakat pada umumnya dan perangkat dusun pada khususnya. MCK sangat berkaitan dengan kesehatan. Oleh karena itu, MCK merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat dan menjadi kebutuhan primer bagi warga pedukuhan Jelok. Berkaitan dengan hal tersebut, pembangunan dan perbaikan MCK menjadi sangat mendesak. Akan tetapi, perekonomian masyarakat dusun Jelok menjadi salah satu hal yang menghambat pemenuhan tersebut. Kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui kebersihan MCK juga belum disadari sepenuhnya oleh warga. Padahal kesadaran menjadi hal yang mendasar untuk mewujudkan pola hidup sehat pada masyarakat.
Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat dewasa ini, sedikit banyaknya juga berpengaruh pada kehidupan masyarakat pedukuhan Jelok. Akan tetapi, bertentangan dengan hal tersebut, ketersediaan sarana pendidikan masih sangatlah kurang. Pedukuhan Jelok hanya memiliki satu sekolah untuk anak usia dini/ PAUD. Padahal pendidikan dasar merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan karakter.



BAB II
RENCANA KEGIATAN

A.    Rencana Program Pemberdayaan
Kesehatan menjadi poros utama untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat baik dalam segi kesehatan jasmani maupun rohani. Pada umumnya, kesehatan jasmani tercipta oleh budaya perilaku yang sehat dari setiap individu. Perilaku sekecil apapun dari setiap individu sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya pola hidup sehat di lingkungan. Contohnya: menguras bak mandi seminggu sekali, mencuci tangan sebelum makan, mengosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dan lain sabagainya.
Hal-hal tersebut dapat dimulai dengan menciptakan MCK yang sehat. Berkaitan dengan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan khususnya dalam hal MCK, maka kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan kembali. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa program kegiatan, antara lain penyuluhan, kuisioner, dan pemberian pesan bergambar.
Selain itu, pendidikan adalah hal yang sama pentingnya bagi kehidupan masyarakat. Dikarenakan pendidikan itu dapat mendukung dan menunjang kehidupan masyarakat menuju taraf yang lebih baik lagi. Oleh karena itu sekolah merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap individu. Pendidikan tidak hanya di dapatkan melalui sekolah saja tetapi dapat juga melalui lembaga-lembaga pendidikan atau bimbingan belajar. Di dusun Jelok masih kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pendidikan dan wajib belajar. Hal ini dapat dibuktikan melalui masih adanya anak-anak yang tidak bersekolah. Dalam membantu mereka untuk menyadari betapa pentingnya pendidikan sebuah bimbingan belajar dapat membantu mereka dalam proses belajar. Dikarenakan bimbingan belajar dapat mencakup tidak hanya mencakup anak-anak yang bersekolah saja tetapi untuk anak-anak yang tidak mendapat kesempatan untuk bersekolah. Bimbingan belajar tersebut meliputi: bimbingan baca tulis hitung, bahasa Inggris, dan taman pendidikan Al-Quran. Dalam pendidikan baca tulis dan hitung adalah hal yang dasar dalam sebuah pembelajaran dan itu sangat membantu anak-anak terutama mereka yang tidak dapat mersaakan pedidikan melalui sekolah dikaranakan keterbatasan biaya. Mengenal bahasa asing selain bahasa ibu atau pun bahasa sehari-hari sangatlah penting dikarenakan belajar bahasa dapat mengembangkan kemampuan verbal seseorang akan sebuah bahasa baru. Bahasa inggris merupakan bahasa asing yang banyak digunakan. Pengunaan bahasa asing dapat menambah daya tarik akan suatu tempat. Selain bahasa Inggris, pendidikan spiritual sangatlah penting dikarenakan spiritual sebagai dasar dan pedoman seseorang. Taman pendidikan Al-Qran disesuaikan dengan mayoritas warga yang beragama muslim. Hal ini bertujuan untuk bersama-sama belajar mengenai agama dan kitab suci.

B.     Tujuan dan Indikator
Program ini memiliki tujuan umum untuk dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat dengan pemberdayaan yang telah diberikan. Kesehatan dan pendidikanlah yang menjadi sasaran khusus program dalam mencapai semua tujuan tersebut. Indikator keberhasilan program ini dapat dilihat melalui tingkat kesadaran masyarakat mengenai kebersihan MCK dan tingkat kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pentingnya wajib belajar 12 tahun. Pemberdayaan masyarakat sebagai tokoh yang berkompeten dalam bidang pendidikan untuk melanjutkan program bimbingan belajar di lingkungan. Hingga akhirnya tingkat pendidikan di lingkungan masyarakat dapat lebih tinggi dibandingkan sebelum dilaksanakannya program.